Oleh : Sumardi Ketua Bidang Humas PKS Manggarai Barat,
Tim Media Center Maxi Asis
Sebentar lagi, Manggarai Barat akan mendapatkan pemimpin
baru. Pemimpin yang diharapkan, tentu bukan pemimpin yang pandai mengolah kata
menjadi laku. Pemimpin yang di harapkan adalah pemimpin yang mensinergikan
antara kata dan perbuatan. Lalu, seperti apakah Tipelogi pemimpin yang di
butuhkan Manggarai Barat lima tahun kedepan.
Pertama, Berkarakter, Pemimpin berkarakter sudah barang
tentu bukan sosok karbitan, atau yang hanya mengandalkan pengalaman jabatan,
jam terbang politik, dan deretan panjang aktivitas kemasyarakatan, tanpa catatan
prestasi yang jelas dalam semua kiprahnya itu. Pemimpin berkarakter adalah
pemimpin yang mampu membuat skenario masa depan bagi rakyat,.dan memperjuangkan
skenario itu dengan melakukan perubahan mendasar dalam pemerintahan dan
masyarakatnya dengan bertopang pada nilai-nilai masyarakatnya sendiri.
Kedua,Kredibilitas, ini menyangkut komitmen, integritas,
kejujuran, konsistensi dan keberanian seorang pemimpin untuk bertanggung jawab
atas pilihannya. Bukan jenis pemimpin dengan mental “tempe”, selalu ragu-ragu dan
serba lambat mengambil keputusan diantara sekian banyak pilihan yang memang
mustahil sempurna. Pemimpin yang kredibilitasnya mumpuni, sejak semula berkuasa
siap mempertanggungjawabkan, kegagalan tanpa mencari kambing belang. Ia lebih
suka, mencari apa yang keliru untuk diperbaiki, ketimbang mencari siapa yang
patut disalahkan. Kredibilitas juga, mengandung pengertian adanya ketenangan
batin seorang pemimpin untuk memberikan reaksi yang tepat, terutama dalam
kedaaan kritis. Selain itu, tentu saja kredibilitas juga menyangkut, aspek
kecakapan dan ketrampilan teknis memimpin.
Ketiga,Inspirasi Keteladanan, boleh jadi ini aspek
kepemimpinan yang terpenting dan sekaligus teramat sulit untuk kita temukan
kini. Banyak pemimpin, di negeri ini yang gagal menjadi sumber inspirasi keteladanan.
Mereka tidak sanggup berdiri di barisan terdepan dalam memberi teladan dari
dirinya dan lingkungan kekuasaannya yang terdekatnya. Pemimpin yang inspiratif,
semestinya sanggup secara otentik, menunjukkan ketulusan satunya ucapan dengan
tindakan, satunya seruan dengan pelaksanaan, satunya tekad dengan perbuatan.
Keempat,Menumbuhkan Harapan, kita tahu tingkat kepercayaan
rakyat terhadap pemerintah kini begitu rendah. Pemerintah, seperti bebek lumpuh
yang kehilangan daya. Alih-alih mampu menggugah dan mengerakkan rakyatnya,
bahkan niat baik pemerintah pun, acapkali disalahpahami oleh rakyatnya sendiri.
Pemimpin yang memberi harapan adalah pemimpin mampu menjadikan harapan
rakyatnya, sebagai roh kepemimpinannya. Tidak sebaliknya, secara egois
menjadikan harapannya seolah-olah sebagai harapan rakyatnya.

.png)