(Indonesia jangan jadi bangsa sakit yang menggadai harga diri)
(Press Release: Jakarta, 16 Desember 2015)
Begitu rusaknya moral
generasi bangsa ini sehingga bandit yang seharusnya dihujat justru sebaliknya dianggap
dewa yang layak dipuja. Mungkin bangsa ini sedang sakit, budaya malu tak lagi
menjadi entitas nilai. Hal itu memang menjadi momok mengerikan ketika melihat
perilaku politisi juga sekelompok masyarakat yang mendukung bandit politik di
parlemen khususnya kepada ketua DPR RI Setya Novanto yang kini sedang terbelit
skandal 'abused of power papa minta saham' yang bertujuan membangun hegemoni
bisnisnya dengan cara muslihat. Pertanyaannya kemudian adalah Benarkah seluruh
masyarakat mendukung Novanto? TIDAK!
Hari ini publik melihat
secara jelas bahwa kekuatan-kekuatan yang merongrong wibawa dan kedaulatan
bangsa semakin masif. Banyak politisi berkiblat dan dikendalikan oleh kekuatan
besar. Mereka berubah menjadi bandit-bandit yang tak segan dan tanpa henti
menggerogoti potensi dan asset negara demi membangun empire of business. Salah satunya Setya Novanto. Dialah gurita yang
sangat licin.
Dia terlibat banyak
skandal yang rumit, yang hingga kini tak satu pun dapat terurai. Sepak terjang
Novanto belakangan ini bukan saja memalukan, tetapi lebih dari itu, dia sudah
menghancurkan nama NTT di level nasional, terlebih hingga kini NTT belum lepas
dari jeratan Provinsi terkorup. Pada saat yang sama, kemiskinan di NTT semakin
kronik.
Di tengah mengguritanya
bisnis Novanto di NTT, mulai dari peternakan, bisnis pariwisata, kapal pesiar
dan investasi tanah, masyarakat NTT berharap ada sumbangsih kongkret terhadap
perubahan ke arah yang menyejahterakan.
Namun yang terjadi
justru sebaliknya, gurita bisnisnya justru mencaplok sumber daya publik dan
mengeksploitasi masyarakat setempat. Fakta yang paling terang adalah
pencaplokan ruang public Pantai Pede di Kabupaten Manggarai Barat yang
sebenarnya adalah satu-satunya tempat rekreasi publik warga NTT di Manggarai
Barat.
Oleh karena itu, pada
hari ini organisasi Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) di
Jakarta menyatakan sikap:
1.
Mosi tidak percaya kepada Setya Novanto baik sebagai anggota DPR
Daerah Pemilihan I NTT maupun sebagai ketua DPR RI.
2.
Tanpa tendeng aling-aling mendesak Setya Novanto lengser dari
kursi DPR RI.
3.
Segala bentuk pelanggaran pidana pencatutan nama presiden dan
wakil presiden dalam kasus Freeport harus diusut tuntas dan transparan melalui
jalur hukum.
4.
Hengkang dari bumi NTT
Maka, demi tercapainya
maksud tersebut, Garda NTT bersama ke-15 kampus Universitas se-Jabodetabek
berbasis mahasiswa NTT dari seluruh jurusan telah menyatakan diri akan ikut
ambil bagian dalam pernyataan sikap melalui aksi demonstrasi besar-besaran pada
hari Sabtu, 19 Desember 2015 dengan titik target; Gedung Bundar DPR RI dan
Kantor Kejaksaan Agung. Garda NTT berkomitmen akan menjadi pelopor gerakan
untuk melengserkan Setya Novato.
Keenam belas kampus
tersebut diantaranya;
1.
Universitas Bung Karno (UBK)
2.
Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (STPI)
3.
Universitas Trisakti (USAKTI)
4.
Universitas Kristen Indonesia (UKI)
5.
Universitas Persada Indonesia – Yayasan Administrasi Indonesia
(UPI YAI)
6.
Universitas pancasila (UP)
7.
Universitas Tarumanegara (UNTAR)
8.
Universitas 17 Agustus (UNTAG)
9.
Universitas Esa Unggul (UNESA)
10. AKPER
CAROLUS
11. Universitas
Indraprasta (Unindra)
12. Sekolah
Tinggi Filsafat Diryakara (STF Diryakara)
13. Universitas
Katolik Atmajaya (UNIKA ATMAJAYA)
14. Universitas
Indonesia (UI)
15. Universitas
Nasional (UNAS)
16. Universitas
Pamulang (UNPAM)
Selain itu, dua belas
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda masing-masing daerah se-NTT yang berdomisili
di Jakarta pun turut serta ambil bagian dalam aksi demonstrasi ini seperti;
1.
Angkatan Muda Adonara (AMA Jakarta)
2.
Forum Generasi Ende Muda Jakarta (Forgema Jakarta)
3.
Belu Oan Jakarta (B On J)
4.
Perhimpunan Mahasiswa Maumere Jakarta (PMMJ)
5.
Himpunan Pemuda Pelajar Nagekeo Jakarta (HIMAPPEN)
6.
Pehimpunan Pemuda Mahasiswa Ngada Jakarta (PPMNJ)
7.
Himpunan Mahasiswa Pajak Indonesia Timur (HIMAPIR)
8.
Orang Muda Flotim Jakarta (OMFJ)
9.
Lingkar Muda Lembata - Jakarta (LINGKARMATA)
10. Barisan Anak
Timur (BATU)
11. Keluarga
Besar Mahasiswa - Pemuda Lembata Jabodetabek (KEMADABAJA)
12. Ikatan
Keluarga Besar Satarmese Jakarta
Aksi demonstrasi Garda
NTT ini merupakan gerakan bangun kesadaran kaum muda NTT untuk melawan dan
menumpas segala bentuk oligarky kekuasaan, kesewenangan bandit politik yang
bertujuan menjual aset bangsa demi kepentingan pribadi dan golongan.
.
.
Contact Person's :
Panitia Gerakan Patriot
Muda NTT (GARDA NTT)
Herlina Theodensia –
082299748256
Yosep Oktavianus –
081293116107
Tata Domaking –
085323878644
Mengetahui:
Yons Ebit
-------------*------------ Marlin Bato
(Ketua Umum
Garda NTT) ----- (Sekjend)

.png)