Gelaran ajang MotoGP 2015 telah berakhir dengan Jorge Lorenzo,
pembalap Movistar Yamaha keluar sebagai juara dunia. Meskipun demikian, ajang
balapan motor paling bergengsi di Dunia ini menyisahkan sejumlah polemik yang
masih berlanjut sampai hari ini.
Persaingan antar pembalap yang meledak di seri pemungkas
Valencia, Minggu (8/11/205) terjadi setelah Valentino Rossi menuding trio
pembalap Spanyol: Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa bersekutu menjegalnya.
The Doctor menyayangkan Marquez dan Pedrosa enggan menyalip Lorenzo meski punya
peluang melakukannya. Hal tersebut juga sempat diucapkan pengamat MotoGP yang
juga pensiunan pembalap, Neil Hodgson. "Marquez adalah pembalap paling agresif yang pernah
saya lihat. Dan aksinya yang paling agresif sepanjang balapan tadi adalah
menghalangi rekan satu timnya menyalip. Marquez seperti mengamankan Lorenzo dan
saya tak percaya telah mengatakannya," ujarnya dilansir Motorsport.
Rossi yang memulai balapan dari posisi ke-26, hanya mampu selesai di posisi empat yang membuatnya kehilangan gelar. Pasalnya, Lorenzo sukses merebut podium pertama dan membuat perolehan poinnya jadi unggul lima angka dari rekan satu timnya tersebut.
Menjawab tudingan tersebut, Marq Marquez membantah telah berbuat demikian. Tim Honda juga memiliki argumen yang sama, dengan menyebut pembalapnya tak mungkin main mata. Wakil Presiden HRC Shuhei Nakamoto menyebut tuduhan Rossi tak berdasar alias tak ada bukti.

.png)