Event
Motogp 2015 yang telah usai dengan Jorge Lorenzo keluar sebagai juara dunia
Motogp 2015 usai menjuarai GP Valencia, menyisahkan sejumlah Polemik. Kabar
terbaru menyebutkan bahwa Valentino Rossi, Pambalap Movistar Yamaha, menuding
dorna terlibat konspirasi dengan Honda, team yang menaungi duo pembalap asal
spanyol, Marc Marques dan Dani Pedrosa.
Muncul
video yang memerlihatkan pembalap Italia itu menyindir bos promotor MotoGP
Dorna Sport, Carmelo Ezpeleta setelah balapan di Valencia. Dalam video, Rossi
seolah menyalahkan Ezpeleta yang tak percaya tudingannya soal konspirasi
Spanyol meski sudah menjelaskannya sebelum balapan berlangsung.
Dorna
jadi pihak yang justru disalahkan setelah terlibat konspirasi dengan Honda.
Alasannya cukup mengejutkan, menggagalkan Rossi jadi juara dunia justru memberi
keuntungan berlimpah. Demikian dilansir Bike Sport News
Benarkah
demikian? Inilah rekam jejak kontroversi
Dorna di musim-musim sebelumnya.
Rookie
Rules
Rookie
Rules adalah aturan yang mengharuskan
rookie tak bisa langsung masuk ke tim pabrikan. Aturan ini dihapus Dorna pada
musim 2013. Penghapusan aturan tersebut atas pemintaan dari Wakil Presiden HRC Shuhei
Nakamoto yang sedang kesulitan mencari pembalap baru. Marc Marquez yang saat
itu bersinar di Moto2 menjadi bidikan Honda untuk mengisi posisi Stoner.
Meskipun
demikian, Rookie Rules membuat Marquez jelas tak bisa langsung masuk tim
pabrikan. Setidaknya ia mesti masuk ke tim satelit seperti Gresini dan LCR dulu
sebelum masuk tim Repsol. Honda pun meminta Dorna menimbang ulang Rookie Rules.
Bak
gayung bersambut, Ezpeleta segera meninjau ulang Rookie Rules dan tak berselang
lama akhirnya Marquez bisa berada satu tim dengan Pedrosa. Hal itu pun yang
jadi kritikan sebab keputusan Dorna dianggap memuluskan Honda merekrut The Baby
Alien.
Kritikan
Stoner Soal Aturan CRT Dorna
Sebelum
diberlakukannya sistem Open Class MotoGP oleh Dorna, ada kategori Claiming Rule
Team (CRT). Aturan motor 'murah' itulah yang sempat dikritik Casey Stoner
selama berada di kelas utama.
Saat
itu Stoner menyayangkan ketika pembalap sekelas Randy de Puniet jadi tertinggal
jauh akibat mengikuti regulasi tersebut. Di akhir musim, aturan CRT banyak
dinilai jadi alasan kuat Stoner memutuskan pensiun.

.png)