GARDANTT.COM, JAKARTA - Teror yang keji telah mengubah imajinasi tentang Friday the 13th menjadi kenyataan ketika Jumat malam lalu ketenangan warga Paris dikejutkan oleh rentetan tembakan dan ledakan. Darah tumpah dan jiwa meregang. Kengeriannya takkan terlupakan dan menjadi tonggak sejarah yang menandai elemen kegelapan hidup manusia.
Untuk mengenang tragedi horor friday Prancis, Garda NTT menggelar aksi peduli kemanusiaan bertajuk "One Thousand Candles For Paris", di Bundaran Monas Jakarta, Rabu, 18/11/2015.
Aksi peduli tersebut terpaksa harus bergeser ke Bundaran Monas dari rencana semula di Bundaran HI seusai negosiasi alot dengan pihak kepolisian. Meski demikian, aksi tersebut tetap terlaksana dan berjalan baik sesuai rencana.
Dalam wawancara, Ketua Umum Garda NTT Yons Ebiet menuturkan, bahwa acara tersebut sengaja digelar dengan persiapan yang cukup singkat. Tetapi kami ingin pesan kemanusiaan ini bisa didengar para penyelenggara negara manapun. "Kami rindu dunia yang damai. Tak boleh ada pertikaian lagi. Karena itu, mari akhiri semua bentuk tragedi kemanusiaan. Kami harap tragedi Prancis adalah tragedi terakhir". Tutur Ebiet.
Aksi seribu lilin ini layak dinyalakan untuk Paris. Seribu lilin ini pula layak dinyalakan untuk Darfur, Suriah, Palestina, Afganistan, Libya, Mesir, Irak, Nigeria, dan wilayah-wilayah lain di muka Bumi yang warganya setiap hari masih dicekam oleh ketakutan oleh konflik, teror, dan penindasan di tanah airnya sendiri. Setiap hari, di tanah mereka, darah warga tumpah oleh teror kelompok bersenjata maupun pemerintah opresif yang umumnya didukung dan dipertahankan oleh negara-negara kuat. Tutup Ebiet!
.png)