Nama Danau Sano Limbung yang terletak di kawasan pegunungan Desa Golo Lujang Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur belum setenar binatang purba Komodo, Danau Sano Nggoang, Istana Ular, Batu Cermin atau obyek wisata alam Pantai Pede. Namun, danau yang berada di tengah hutan belantara itu dapat memberikan anda rasa sensasi yang luar biasa.
Untuk mencapai Danau Sano Limbung, para pelancong bisa datang melalui Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat dengan berkendaraan darat atau melalui transportasi laut dengan menyinggahi pelabuhan rakyat di Terang, Ibu Kota Kecamatan Boleng.
Dari pelabuhan Terang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan sewaan atau angkutan umum menuju Danau Sano Limbung yang berjarak sekitar 15 km dari Terang.
Atau bila Anda dari Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, Anda dapat menggunakan angkutan darat menuju Sano Limbung dengan melewati Kecamatan Kuwus dan Macang Pacar.
Jalur jalan menuju Obyek wisata alam Danau Sano Limbung dari Labuan Bajo relatif baik dan beraspal. Waktu tempuh pun relatif lebih cepat yakni sekitar 2 jam. Namun,untuk jalur Ruteng-Boleng waktu tempuh cukup lama yakni sekitar 7-9 jam lantaran sebagian besar ruas jalan di wilayah itu masih buruk.
Di Danao Sano Limbung, selain Anda dapat menikmati indahnya panorama alam dari atas puncak Gunung Golo Lujang, Anda juga dapat menikmati bentangan hamparan persawahan di dataran Terang yang hijau permai.
Panorama ini terpadu satu dengan birunya lautan Tanjung Boleng, diintari kawasan pegunungan nan luas. Di puncak ini pula para pengunjung disuguhi aneka buah-buahan seperti kelapa, pisang, nenas, alpukat tentu bila tepat musim tiba Anda dengan mudah mendapatkannya.
Namun, untuk menikmati indahnya Danau Sano Limbung, sebaiknya para pelancong harus ekstra hati-hati. Pasalnya, Anda harus menyusuri tepian tebing setinggi puluhan meter dengan harus berjalan di atas titian bebatuan yang dibaluti lumut. Batu-batuan tersebut tampak licin terutama dimusim hujan seperti saat ini.
Danau Sano Limbung boleh dibilang masih perawan. Keaslian dan keasrian lingkungannya masih terjaga dengan baik. Sifat kealamiahan Danau Sano Limbung menambah pesona dan memberi sensasi tersendiri bagi setiap orang yang datang.
Sayang, kondisi obyek wisata yang satu ini belum banyak diketahui oleh banyak orang, teristimewa oleh para wisatawan. (Kornelius Rahalaka)
Untuk mencapai Danau Sano Limbung, para pelancong bisa datang melalui Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat dengan berkendaraan darat atau melalui transportasi laut dengan menyinggahi pelabuhan rakyat di Terang, Ibu Kota Kecamatan Boleng.
Dari pelabuhan Terang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan sewaan atau angkutan umum menuju Danau Sano Limbung yang berjarak sekitar 15 km dari Terang.
Atau bila Anda dari Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, Anda dapat menggunakan angkutan darat menuju Sano Limbung dengan melewati Kecamatan Kuwus dan Macang Pacar.
Jalur jalan menuju Obyek wisata alam Danau Sano Limbung dari Labuan Bajo relatif baik dan beraspal. Waktu tempuh pun relatif lebih cepat yakni sekitar 2 jam. Namun,untuk jalur Ruteng-Boleng waktu tempuh cukup lama yakni sekitar 7-9 jam lantaran sebagian besar ruas jalan di wilayah itu masih buruk.
Di Danao Sano Limbung, selain Anda dapat menikmati indahnya panorama alam dari atas puncak Gunung Golo Lujang, Anda juga dapat menikmati bentangan hamparan persawahan di dataran Terang yang hijau permai.
Panorama ini terpadu satu dengan birunya lautan Tanjung Boleng, diintari kawasan pegunungan nan luas. Di puncak ini pula para pengunjung disuguhi aneka buah-buahan seperti kelapa, pisang, nenas, alpukat tentu bila tepat musim tiba Anda dengan mudah mendapatkannya.
Namun, untuk menikmati indahnya Danau Sano Limbung, sebaiknya para pelancong harus ekstra hati-hati. Pasalnya, Anda harus menyusuri tepian tebing setinggi puluhan meter dengan harus berjalan di atas titian bebatuan yang dibaluti lumut. Batu-batuan tersebut tampak licin terutama dimusim hujan seperti saat ini.
Danau Sano Limbung boleh dibilang masih perawan. Keaslian dan keasrian lingkungannya masih terjaga dengan baik. Sifat kealamiahan Danau Sano Limbung menambah pesona dan memberi sensasi tersendiri bagi setiap orang yang datang.
Sayang, kondisi obyek wisata yang satu ini belum banyak diketahui oleh banyak orang, teristimewa oleh para wisatawan. (Kornelius Rahalaka)

.png)