Press Release:
(Aksi Tolak Setya Novanto dari bumi NTT - Hari Senin 21 Desember 2015)
(Jakarta, 18 Desember 2015)
Setelah lengsernya Setya Novanto di hirarki prestis lembaga DPR, publik Indonesia seakan berhenti dan puas atas pengunduran diri Novanto dari puncak singgasana. Perubahan peta politik berubah drastis. Arah perjuangan pun bergeser dari agenda semula meskipun kasus hukumnya masih berjalan di Kejaksaan Agung.
Namun hal ini tidak akan menghentikan langkah dan niat Garda NTT untuk terus menggelorakan serta mengobarkan perlawanan terhadap penjajahan modern atas nama investasi berbentuk privatisasi dan marjinalisasi secara masif yang didesain secara sistemik.
Mungkin belum banyak publik Indonesia yang melihat secara jerni bahwa kekuatan-kekuatan Novanto bersama anteknya yang mengkapitalisasi NTT sudah sangat mengkuatirkan, sangat menggurita diberbagai aspek dan hajat hidup orang banyak khususnya masyarakat NTT.
Pun tak dimungkiri beberapa politisi NTT turut berkiblat dibawah panji antek Novanto turut bermain di air keruh. Perlahan namun pasti, mereka pun berubah menjadi bandit-bandit yang tak segan dan tanpa henti menggerogoti potensi dan asset NTT demi membangun empire of business. Salah satunya Setya Novanto. Dialah gurita yang sangat licin, licik, namun berwajah mesias. Seolah datang sebagai penyelamat tetapi malah sebaliknya, rakus dan tamak merampok NTT tanpa kata CUKUP.
Dia terlibat banyak skandal yang rumit, bak benang kusut yang hingga kini tak satu pun dapat terurai. Sepak terjang Novanto belakangan ini bukan saja memalukan, tetapi lebih dari itu, dia sudah menghancurkan keluhuran NTT di level nasional, terlebih hingga kini NTT belum lepas dari jeratan Provinsi terkorup. Pada saat yang sama, kemiskinan di NTT semakin kronik.
Di tengah mengguritanya bisnis Novanto di NTT, mulai dari peternakan, bisnis pariwisata, kapal pesiar dan investasi tanah, masyarakat NTT berharap ada sumbangsih kongkret terhadap perubahan ke arah yang menyejahterakan.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, gurita bisnisnya justru mencaplok sumber daya publik dan mengeksploitasi masyarakat setempat. Fakta yang paling terang adalah pencaplokan ruang public Pantai Pede di Kabupaten Manggarai Barat yang sebenarnya adalah satu-satunya tempat rekreasi publik warga NTT di Manggarai Barat.
Oleh karena itu, pada hari ini organisasi Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) di Jakarta menyatakan sikap:
1. Mosi tidak percaya dan mencabut mandat Setya Novanto sebagai anggota DPR RI Daerah Pemilihan II NTT.
2. Mendesak Setya Novanto lengser dari kursi DPR RI.
3. Mendesak Kejaksaan Agung untuk secepatnya memproses kasus hukum dan menetapkan Novanto sebagai tersangka.
4. Mendesak Novanto untuk hengkang dari bumi NTT
Maka, demi tercapainya maksud tersebut, Garda NTT bersama ke-15 kampus Universitas se-Jabodetabek berbasis mahasiswa NTT dari seluruh jurusan telah menyatakan diri akan ikut ambil bagian dalam pernyataan sikap melalui aksi demonstrasi besar-besaran yang semula direncanakan Sabtu, 19 Desember 2015 tetapi digeser pada hari Senin, 21 Desember 2015 dengan titik target; Kantor Kejaksaan Agung. Garda NTT berkomitmen akan menjadi pelopor gerakan untuk mencabut mandat Setya Novanto.
Aksi demonstrasi Garda NTT ini merupakan gerakan bangun kesadaran kaum muda NTT untuk melawan dan menumpas segala bentuk oligarky kekuasaan, kesewenangan bandit politik yang bertujuan menjual aset NTT demi kepentingan Novanto dan anteknya.
.
Contact Person's :
Panitia Gerakan Patriot Muda NTT (GARDA NTT)
Herlina Theodensia – 082299748256
Yosep Oktavianus – 081293116107
Tata Domaking – 085323878644
Mengetahui:
Yons Ebit -------------*------------ Marlin Bato
(Ketua Umum Garda NTT) ----- (Sekjend)
(Aksi Tolak Setya Novanto dari bumi NTT - Hari Senin 21 Desember 2015)
(Jakarta, 18 Desember 2015)
Setelah lengsernya Setya Novanto di hirarki prestis lembaga DPR, publik Indonesia seakan berhenti dan puas atas pengunduran diri Novanto dari puncak singgasana. Perubahan peta politik berubah drastis. Arah perjuangan pun bergeser dari agenda semula meskipun kasus hukumnya masih berjalan di Kejaksaan Agung.
Namun hal ini tidak akan menghentikan langkah dan niat Garda NTT untuk terus menggelorakan serta mengobarkan perlawanan terhadap penjajahan modern atas nama investasi berbentuk privatisasi dan marjinalisasi secara masif yang didesain secara sistemik.
Mungkin belum banyak publik Indonesia yang melihat secara jerni bahwa kekuatan-kekuatan Novanto bersama anteknya yang mengkapitalisasi NTT sudah sangat mengkuatirkan, sangat menggurita diberbagai aspek dan hajat hidup orang banyak khususnya masyarakat NTT.
Pun tak dimungkiri beberapa politisi NTT turut berkiblat dibawah panji antek Novanto turut bermain di air keruh. Perlahan namun pasti, mereka pun berubah menjadi bandit-bandit yang tak segan dan tanpa henti menggerogoti potensi dan asset NTT demi membangun empire of business. Salah satunya Setya Novanto. Dialah gurita yang sangat licin, licik, namun berwajah mesias. Seolah datang sebagai penyelamat tetapi malah sebaliknya, rakus dan tamak merampok NTT tanpa kata CUKUP.
Dia terlibat banyak skandal yang rumit, bak benang kusut yang hingga kini tak satu pun dapat terurai. Sepak terjang Novanto belakangan ini bukan saja memalukan, tetapi lebih dari itu, dia sudah menghancurkan keluhuran NTT di level nasional, terlebih hingga kini NTT belum lepas dari jeratan Provinsi terkorup. Pada saat yang sama, kemiskinan di NTT semakin kronik.
Di tengah mengguritanya bisnis Novanto di NTT, mulai dari peternakan, bisnis pariwisata, kapal pesiar dan investasi tanah, masyarakat NTT berharap ada sumbangsih kongkret terhadap perubahan ke arah yang menyejahterakan.
Namun yang terjadi justru sebaliknya, gurita bisnisnya justru mencaplok sumber daya publik dan mengeksploitasi masyarakat setempat. Fakta yang paling terang adalah pencaplokan ruang public Pantai Pede di Kabupaten Manggarai Barat yang sebenarnya adalah satu-satunya tempat rekreasi publik warga NTT di Manggarai Barat.
Oleh karena itu, pada hari ini organisasi Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) di Jakarta menyatakan sikap:
1. Mosi tidak percaya dan mencabut mandat Setya Novanto sebagai anggota DPR RI Daerah Pemilihan II NTT.
2. Mendesak Setya Novanto lengser dari kursi DPR RI.
3. Mendesak Kejaksaan Agung untuk secepatnya memproses kasus hukum dan menetapkan Novanto sebagai tersangka.
4. Mendesak Novanto untuk hengkang dari bumi NTT
Maka, demi tercapainya maksud tersebut, Garda NTT bersama ke-15 kampus Universitas se-Jabodetabek berbasis mahasiswa NTT dari seluruh jurusan telah menyatakan diri akan ikut ambil bagian dalam pernyataan sikap melalui aksi demonstrasi besar-besaran yang semula direncanakan Sabtu, 19 Desember 2015 tetapi digeser pada hari Senin, 21 Desember 2015 dengan titik target; Kantor Kejaksaan Agung. Garda NTT berkomitmen akan menjadi pelopor gerakan untuk mencabut mandat Setya Novanto.
Aksi demonstrasi Garda NTT ini merupakan gerakan bangun kesadaran kaum muda NTT untuk melawan dan menumpas segala bentuk oligarky kekuasaan, kesewenangan bandit politik yang bertujuan menjual aset NTT demi kepentingan Novanto dan anteknya.
.
Contact Person's :
Panitia Gerakan Patriot Muda NTT (GARDA NTT)
Herlina Theodensia – 082299748256
Yosep Oktavianus – 081293116107
Tata Domaking – 085323878644
Mengetahui:
Yons Ebit -------------*------------ Marlin Bato
(Ketua Umum Garda NTT) ----- (Sekjend)

.png)