Custom Search
Hot News
Friday, October 30, 2015

Jokowi dan Suku Anak Dalam


GARDANTT.COM - Yang menarik dalam pola komunikasi politik Jokowi, adalah dia bicara menggunakan hati, dia bicara dari pola pembicaraan yang tulus, komunikasi yang lugu ini terasa menarik banyak orang.  Ketika persoalan asap muncul, tiba-tiba Jokowi menyentakkan kesadaran masyarakat "Ada suku yang selama terhilangkan dari ingatan, terkubur dari perhatian... suku itu adalah 'suku anak dalam'.

Ada foto yang menarik dalam kunjungan ke Jambi, tentang foto dimana Presiden Republik bicara dengan Suku Anak Dalam menanyakan soal soal kehidupan. Foto ini berbicara bahwa Presiden RI perhatian dengan orang-orang yang hidup di hutan-hutan alami. Aksi pembakaran dan perluasan ladang sawit tampaknya mempersempit ruang hidup mereka.

Menurut kawan saya yang menyertai Jokowi dan ring satu Istana, menyertai kunjungan ke Jambi, tampak mata Jokowi basah melihat Suku Anak Dalam. Menyertai rombongan Jokowi adalah Puan Maharani, Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Muluk, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri KLH Siti Nurbaya. Lokasi kunjungan di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Setiba di desa Suban, Jokowi bicara sedikit pada Menteri KLH "Saya ingin melihat suku anak dalam" kata Jokowi. Menurut cerita orang dekat Jokowi, bahwa Jokowi amat perhatian dengan orang orang yang tinggal di hutan, maklum secara pendidikan ia sarjana kehutanan, disamping itu ia orang yang sangat menyukai komunikasi dengan orang orang sederhana. Waktu kerja di Aceh dekade silam, Jokowi juga kerap anjangsana ke dalam hutan, bicara dengan penduduk yang tinggal di hutan. Dalam pembicaraan itu selalu yang diingatkan adalah soal alam.

Jokowi bicara dengan suku anak dalam, kabarnya setelah Jokowi bicara dengan suku anak dalam. Presiden sempat terkesiap ia menatap langit dan bicara pelan kepada orang di dekatnya "Suku Anak Dalam adalah mereka yang paham soal kehidupan, kita tak bisa mengajari mereka cara kita, karena mereka sudah terdidik oleh alam untuk menjadikan mereka manusia".

Dalam kobaran asap dan guncangan politik. Presiden tampaknya bersikap tenang, karena ia tau siapa pemain pemainnya, ia tau siapa yang ingin buat kisruh politik. Presiden sesungguhnya ingin mengajari pada kita "Belajarlah dari alam, dan jangan merasa lebih dari orang yang tinggal di hutan, karena mungkin dia lebih bahagia daripada dirimu, karena orang yang bahagia pertama tama dia musti bersatu nafasnya dengan alam, dan tidak terasing oleh alam".

Inilah mungkin pesan implisit yang didapat dari Presiden Jokowi tentang suku anak dalam.

Item Reviewed: Jokowi dan Suku Anak Dalam Rating: 5 Reviewed By: Trias Politika