Custom Search
Hot News
Tuesday, August 16, 2016

BKH, Seminar Pendidikan di SMAK St. Familia Lembor

BKH dalam Seminar Pendidikan yang dilakukan oleh SMAK St Familia, Lembor dalam rangka Dies Natalis ke-25, Selasa, (16/8/16)

Benny K. Harman sebagai pembicara dan Romo Ino Sutam, dosen STKIP St. Palus Ruteng sebagai moderator dalam seminar itu.

Seminar yang dilakasanakan di Lembor, SMAK St. Familia Lembor, Manggarai Barat, NTT bertemakan, "Peran Gereja dan Pemerintah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Berbasis Budaya".

BKH mengatakan, pemerintah telah mendirikan sekolah dimana-mana untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sebagaimana semangat otonomi daerah.

 “Hampir tidak ada lagi anak-anak didik kita yang tempatnya jauh dari sekolah. Sekolah ada di pelosok-pelosok. Namun itu adalah pelayanan fisik. Kita tidak hanya membutuhkan pelayanan fisik seperti itu, tetapi juga kualitas. Kualitas itu soal daya saing dan penguasaan teknologi, “ ujar Benny.

Menurut Benny, jika anak didik kita belum bisa bersaing dengan anak-anak yang berada di pulau jawa, atau di kabupten lain di NTT ini, itu berarti mutu pendidikan perlu ditingkatkan lagi.

 “Ukuran sederhana dari kualitas pendidikan itu adalah jumlah alumni yang bisa masuk ke perguruan tinggi negeri, posisi di pemerintahan atau swasta dan seberapa sering anak kita menjurai kompetisi yang diselanggarakan pihak-pihak tertentu,ujar BKH

BKH melanjutkan tidak cukup bisa membaca dan menulis, karena pendidikan adalah soal ziarah yang berkaitan dengan retrospektif (kembali ke masa lalu), introspektif (reflektif) dan prospektif atau proyektif (masa depan), “demikian menurut Benny yang menamatkan pendidikan doktoralnya dari Universitas Indonesia .

"Masyarakat perlu menyadari betul bahwa pemimpin yang berkualitas bukan karena berasal dari satu darah, satu daerah, satu agama atau satu suku. Kualitas seorang pemimpin bisa diketahui dari jalan pikirannya, keberpihakannya kepada orang banyak, dan kecintaanya terhadap pendidikan yang telah ditunjukan oleh diri dan keluarganya", ujar BKH

Benny melanjutkan bahwa ketika seorang calon pemimpin telah menunjukkan semua yang dimilikinya termasuk visinya tentang pendidikan, namun masyarakat sebagai subyek politik tidak memilihnya karena penilaian yang salah dan keliru dari pengamatan sesaat, jangan pernah salahkan pemimpin.

 “Mereka adalah kita. Kita telah memilih. Saya hanya bisa berharap, agar kita sebagai pemilih bersikap kritis, membanding-bandingkan semua calon pemimpin dari segala aspek sebelum mengambil keputusan. Jangan memilih pemimpin yang belum selesai dengan diri dan keluarganya. Itu calon pemimpin yang bermasalah (part of problem).

Pilihlah pemimpin yang menjadi bagian dari solusi (part of solution), “ demikian menurut Benny yang menjadi salah satu kandidat Gubernur NTT pada 2013.

Sementara itu, Romo Ino Sutam, dosen STKIP St Paulus Ruteng yang hadir sebagai narasumber kedua mengatakan bahwa gereja sebagai sebuah institusi perlu menunjukkan peran yang maksimal dalam dunia pendidikan.

 “Gereja harus menjadi pelaku aktif karena gereja telah hadir di dunia. Gereja telah dipanggil untuk ada bersama dunia, belajar dari dunia dan menyelesaikan persoalan-persoalan dunia sebagaimana diungkapkan BKH”, katanya di depan alumni, tokoh-tokoh masyarakat serta siswa/I SMAK  yang hadir pada acara dies natalis tersebut, ujar Romo Ino.

Penulis Febri Edo
Item Reviewed: BKH, Seminar Pendidikan di SMAK St. Familia Lembor Rating: 5 Reviewed By: FEBRI EDO