JAKARTA - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake ke KPK, Senin (13/6). Ia tiba menggunakan mobil BMW hitam milik kedutaan Amerika Serikat pukul 12.05 WIB dan keluar pukul 16.10 WIB.
Kedatangannya adalah untuk bertemu dengan pimpinan KPK. Dirinya mengatakan bahwa pemerintah AS mengapresiasi usaha KPK dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia.
"Saya ingin berterima kasih pada anggota KPK karena saya sudah diterima dalam kunjungan saya kali juga terhadap pak Agus dan jajaran pimpinan KPK lainnya. Saya juga mengekspresikan dukungan yang kuat dari Amerika Serikat atas upaya KPK memberantas korupsi dan tata kelola pemerintahan yang baik," ungkap Robert.
Robert mengatakan pemerintah AS akan memberikan dukungan terhadap KPK dalam pemberantasan korupsi. Selain dukungan moral pemerintah AS berencana akan memberikan pelatihan dan meningkatkan kerja sama dengan KPK.
"Amerika Serikat akan mendukung dengan memberikan pelatihan dan meningkatkan kapasitas bagi pihak KPK. Kami akan memberi bantuan melalui US Agency for International development dari Departemen Kehakiman Amerika melalui FBI dan institusi terkait," tuturnya (Febri EDO)
(Sumber: netralitas.com)
Kedatangannya adalah untuk bertemu dengan pimpinan KPK. Dirinya mengatakan bahwa pemerintah AS mengapresiasi usaha KPK dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia.
"Saya ingin berterima kasih pada anggota KPK karena saya sudah diterima dalam kunjungan saya kali juga terhadap pak Agus dan jajaran pimpinan KPK lainnya. Saya juga mengekspresikan dukungan yang kuat dari Amerika Serikat atas upaya KPK memberantas korupsi dan tata kelola pemerintahan yang baik," ungkap Robert.
Robert mengatakan pemerintah AS akan memberikan dukungan terhadap KPK dalam pemberantasan korupsi. Selain dukungan moral pemerintah AS berencana akan memberikan pelatihan dan meningkatkan kerja sama dengan KPK.
"Amerika Serikat akan mendukung dengan memberikan pelatihan dan meningkatkan kapasitas bagi pihak KPK. Kami akan memberi bantuan melalui US Agency for International development dari Departemen Kehakiman Amerika melalui FBI dan institusi terkait," tuturnya (Febri EDO)
(Sumber: netralitas.com)

.png)