GARDANTT.COM, JAKARTA - Menteri ESDM Sudirman Said telah melapor ke MKD soal Ketua DPR Setya Novanto yang mencatut nama Presiden dan Wapres untuk meminta saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Langkah tersebut mendulang apresiasi.
"Saya kira langkah apapun yang dilakukan oleh siapapun termasuk yang dilakukan pak Sudirman Said terkait transparansi patut diapresiasi," ungkap Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni.
Hal tersebut disampaikannya di sela-sela acara Kopi Darat Nasional PSI di JCC Senayan, Jakarta, Senin (16/11/2015) malam. Menurut pria yang akrab dipanggil Toni ini, apa yang dilakukan Sudirman merupakan suatu langkah inisiatif yang jarang dilakukan di kancah politik.
"Karena selama ini publik nggak tahu, apa sih yang sedang dibicarakan di DPR atau pemerintahan. Ada apa di balik bantal perpolitikan?" katanya.
Inisiatif yang dilakukan Sudirman disebut Toni membuka peluang bagi publik untuk mengetahui hal-hal di balik dunia politik. Untuk itu Toni menyambut baik upaya Sudirman.
"Apalagi soal energi itu vital. Kita kan bisa survive kalau kita bisa mengelola energi dan pangan," tambahnya.
Meski hari ini PSI tengah mengumpulkan kader-kader terbaiknya, menurut Toni dalam pertemuan belum ada pembahasan mengenai isu tersebut. PSI masih fokus dalam mempersipkan diri menuju Pemilu 2019.
"Kalau secara spesifik membahas soal itu nggak. Tadi kita lebih bicara bagaimana posisi kita dengan parpol lain. Gimana persiapan kita untuk bisa ikut Pemilu 2019," tukas Toni.
Sebelumnya Sudirman Said melaporkan politikus yang mencatut nama Presiden dan Wapres. Politikus tersebut adalah orang kuat.
Novanto yang hari ini berkali-kali ditanya wartawan soal isu pencatutan nama Presiden dan Wapres bertahan dengan jawabannya, dirinya tak pernah melakukan pencatutan. Pagi hari di DPR, Novanto menegaskan dirinya tak terkait isu tersebut.
"Yang jelas saya selaku pimpinan DPR tidak pernah untuk bawa-bawa nama presiden atau mencatut nama presiden," kata Novanto di Gedung DPR sebelum memberi pidato pembukaan masa sidang.
Novanto kembali ditanya wartawan usai pertemuan dengan JK sekitar pukul 16.00 WIB. Politikus Golkar ini kembali membantah terlibat pencatutan nama Presiden.
"Tentu apapun yang disampaikan saya sangat menghargai. Mudah-mudahan saya juga tidak melakukan hal-hal yang disampaikan yah," ujar Novanto di kantor wapres sore ini.

.png)