GARDANTT.COM, JAKARTA - Penerapan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang diluncurkan Presiden Jokowi beberapa bulan yang lalu, diperkirakan oleh bank dunia akan mengangkat perekonomian Indonesia.
Dengan sistem canggih itu, pengelolaan keuangan negara dapat lebih
transparan sehingga berdampak pada pengambilan keputusan dan kebijakan.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves,
dalam sebuah seminar internasional SPAN, mengatakan Indonesia merupakan
negara besar dengan potensi luar biasa. Dalam hal ini, Indonesia
mempunyai peranan penting di dunia.
“Suatu hari Indonesia akan mengambil posisinya di dunia. Saya
yakin pemerintah akan mengambil kesempatan yang dimiliki untuk
menjadikan negara ini sejahtera. Indonesia juga akan mampu mengatasi
tantangan yang datang dari dunia,” kata Chaves, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/11).
SPAN, lanjutnya, memungkinkan kementerian untuk mengawasi batas
pembelanjaan, memenuhi komitmen, dan mempersiapkan lebih baik
perencanaan pengeluaran negara ke depan. Pusat data sentral yang
komprehensif ini akan membantu pemerintah mengatur belanja publik dan
mengatasi akuntabilitas secara lebih baik.
Seperti diketahui, agenda utama pemerintah yakni mengumpulkan data
banyak sehingga Indonesia dapat membelanjakan keuangan negara untuk
hal-hal produktif seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan
kesehatan, ataupun kesejahteraan.
“Penggunaan SPAN bisa memperbaiki perencanaan kebijakan dan
pengawasan pembelanjaan negara lebih efektif. Dengan belanja lebih baik,
pemerintah bisa mengalokasikan banyak dana untuk program pengentasan
kemiskinan dan berbagi kesejahteraan secara lebih merata di seluruh
Indonesia,” pungkas Chaves.
SPAN merupakan sistem komputerisasi yang mengintegrasikan beberapa
sistem yang sebelumnya terpisah. Meliputi sistem penganggaran, sistem
pelaksanaan anggaran, dan sistem akuntansi, serta pelaporan atas
pelaksanaan anggaran. Sistem ini digunakan untuk penyempurnaan
pengelolaan keuangan negara.
SPAN adalah komponen vital Program Government Financial Management
and Revenue Administration Project (GMFRAP) yang didukung banyak donor,
seperti Bank Dunia, pemerintah Kanada, Uni Eropa dan pemerintah Swiss.

.png)