GARDANEWS.COM, London - Meski tampil cemerlang bersama West Ham
United, Dimitri Payet "diabaikan" oleh timnas Prancis. Payet pun merasa
sudah diperlakukan secara tidak adil.
Sejak bergabung dengan West Ham pada musim panas ini, Payet sudah mengemas empat gol dan tiga assist dalam delapan laga Premier League. Gelandang serang berusia 28 tahun itu jadi andalan manajer baru The Hammers, Slaven Bilic.
Sebelum pindah ke West Ham, Payet juga tampil brilian di Marseille. Dia menciptakan 133 peluang di sepanjang musim 2014/2015, lebih banyak daripada pemain mana pun di lima liga top Eropa.
Akan tetapi, dalam beberapa waktu terakhir, Payet tak masuk timnas Prancis. Penampilan terakhirnya bersama Les Bleus adalah pada laga persahabatan melawan Albania, bulan Juni silam. Setelah itu, dia tak dipanggil pelatih Didier Deschamps untuk empat pertandingan berikutnya.
"Saya merasa seolah-olah itu adalah sebuah ketidakadilan. Sudah lebih dari setahun saya berada di performa terbaik dalam karier saya meskipun saya masih bisa lebih baik lagi. Jadi, bagi saya, tidak adil tidak masuk skuat Prancis," ujar Payet kepada surat kabar L'Equipe.
"Ini salah siapa? Sedikit salah saya karena saya tidak melakukan apa yang mereka inginkan, tapi mungkin ada yang lain. Apa? Saya tak tahu. Saya mendengar rumor kalau saya tidak disukai. Anda harus menerima saya apa adanya," tambahnya.
Sejak bergabung dengan West Ham pada musim panas ini, Payet sudah mengemas empat gol dan tiga assist dalam delapan laga Premier League. Gelandang serang berusia 28 tahun itu jadi andalan manajer baru The Hammers, Slaven Bilic.
Sebelum pindah ke West Ham, Payet juga tampil brilian di Marseille. Dia menciptakan 133 peluang di sepanjang musim 2014/2015, lebih banyak daripada pemain mana pun di lima liga top Eropa.
Akan tetapi, dalam beberapa waktu terakhir, Payet tak masuk timnas Prancis. Penampilan terakhirnya bersama Les Bleus adalah pada laga persahabatan melawan Albania, bulan Juni silam. Setelah itu, dia tak dipanggil pelatih Didier Deschamps untuk empat pertandingan berikutnya.
"Saya merasa seolah-olah itu adalah sebuah ketidakadilan. Sudah lebih dari setahun saya berada di performa terbaik dalam karier saya meskipun saya masih bisa lebih baik lagi. Jadi, bagi saya, tidak adil tidak masuk skuat Prancis," ujar Payet kepada surat kabar L'Equipe.
"Ini salah siapa? Sedikit salah saya karena saya tidak melakukan apa yang mereka inginkan, tapi mungkin ada yang lain. Apa? Saya tak tahu. Saya mendengar rumor kalau saya tidak disukai. Anda harus menerima saya apa adanya," tambahnya.

.png)