Jakarta - Dua orang driver Gojek diamankan oleh Polsek Tebet sebagai saksi terkait dugaan kasus pengeroyokan yang juga melibatkan juru parkir. Tetapi akhirnya baik pihak Gojek maupun juru parkir memilih untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.
"Kami memilih jalur kekeluargaan saja. Kami juga telah menyerahkan semuanya kepada Polsek Tebet," ujar salah seorang yang memakai seragam Gojek di Mapolsek Tebet, Jalan Prof Dr Supomo, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015) dini hari.
Para driver Gojek yang sebelumnya berkumpul di Mapolsek Tebet kemudian meninggalkan lokasi. Lalu lintas yang sempat padat, setelah itu menjadi lancar.
Sementara itu juru parkir yang terlibat kericuhan dengan Gojek tak mau memberikan keterangan lebih lanjut. Tetapi mereka juga sepakat bila akan diselesaikan secara kekeluargaan.
Kericuhan bermula ketika salah seorang driver Gojek memberikan uang Rp 1.000 ke juru parkir dan minta motornya dimundurkan. Tetapi si juru parkir yang telah menerima uang itu menolak memundurkan motor dengan alasan masih membantu seorang ibu.
Tak terima sikap balasan dari juru parkir, driver Gojek berkata, "kamu sudah saya kasih uang enggak mau bantu saya". Gantian juru parkir yang tak terima kata-kata itu, lalu driver Gojek mendapat pukulan ringan di kepala.
Ini yang selanjutnya berbuntut kericuhan hingga kumpulan Gojek ikut-ikutan. Akhirnya pengeroyokan pun tak terhindarkan hingga kemudian semua dibawa ke Mapolsek Tebet untuk dimintai keterangan.
(bag/bag)

.png)